
Oleh Yohanes Pati Sogen
DI suatu kampung, ada seekor ayam betina yang bertelur di dalam semak-semak rumput. Induk ayam mengerami telur-telur itu beberapa waktu dan menetaslah sembilan ekor anak ayam yang manis dan sihat. Waktu itu musim kemarau dan biasanya orang di sana membakar semak-semak untuk memburu.
Malangnya, pada hari yang ditentukan untuk memburu, pemilik ayam pergi ke pasar jauh di bandar. Rumput dibakar dan api menjalar cepat, induk ayam bersama anak menyadari ancaman api. Ia dan anak-anaknya berusaha berlari ke sana sini mencari jalan keluar, tetapi mereka hanya menemukan api yang sudah mengurung mereka. Kerana itu induk ayam cepat-cepat mengumpulkan anak-anaknya ke bawah sayapnya untuk melindungi mereka.
Pada petang itu tibalah si pemilik ayam dari kota. Ketika melihat semak-semak terbakar habis, dengan rasa cemas dia segera berlari ke tempat ayamnya bertelur. Di sana, dia menyaksikan induk ayam itu tergeletak di tanah hangus terbakar. Dia mengangkat induk ayam itu dan betapa terkejutnya dia, di bawah induk ayam itu kesembilan anaknya mendekap rapat dan hidup.
Dalam cerita di atas kita melihat induk ayam merelakan dirinya terbakar dan mati tetapi anak-anaknya selamat. Melalui kematiannya yang penuh derita, anak-anaknya hidup.
Pada Jumat Agung lalu, 3 Apr 2026, anak-anak Community Learning Centre Lentera (CLC), bersama ibu bapa umat Katolik mereka merenungkan kisah sengsara Yesus Kristus. Jalan Salib dengan Tablo (pementasan drama atau visualisasi) yang dibawakan oleh CLC Lentera, di Bukit Bendera Jalan Dambai Natazan Papar.
Jalan Salib dengan Tablo itu untuk mengenang Yesus yang mati secara ngeri. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus, umat manusia dapat terus hidup dengan cara yang baharu dan apabila kita mati kita dapat hidup di dalam kerajaan Bapa.
Anak-anak CLC Lentera yang membawakan Tablo Kisah Sengsara Yesus Kristus:
Pelakon Yesus: Amrian Payung Doni (Murid Kelas 7)
Murid Yesus: Saferius, Paulus, Mario, Beda
Pilatus: Arnoldus
Kaifas: Aldo Wardus
Yudas: Fredy
Algoju: Ferdinandus, Alberico, Mardo, Ardianus, Derman, Elsam
Bunda Maria: Alfiliana Daton
Simon Sirene: Yoseph Lewar
Veronika: Putriana
Wanita-wanita Yerusalem: Pitri, Natalia, Maria Uba, Marselina, Merlista Sabet, Juana, Marlin.
Yang membawakan Ovos: Paulina Raring
Ovos merupakan ratapan Maria dan Veronika saat melihat wajah Yesus yang berlumuran darah. Jalan Salib itu dimulai dari hadapan Pilatus, akhirnya membawa Yesus kepada kematianNya di atas Kayu Salib. Dia rela berkorban demi keselamatan kita. Program yang bermula pada 9.00 pagi itu berakhir pada Jam 11.30 pagi.












































