Fr Jalius Sading mengoleskan minyak Krisma pada dahi katekumen

Oleh Alfred Tining, Soccom SEKB

Apr 3 2024

KOTA BELUD – Gereja seluruh dunia merayakan Misa Khamis Putih pada 28 Mac 2024. Bagi Gereja St Edmund, pada Misa Khamis Putih telah memilih 12 ahlinya untuk menyertai pembasuhan kaki sebagai memperingati dan meneladani apa yang Yesus telah lakukan kepada 12 RasulNya.

Paderi Paroki, Fr Jalius Sading dalam homilinya berkata, agar semua umat yang hadir ikut bersukacita bersama Yesus dalam Perjamuan TerakhirNya bersama murid-muridNya.

”Kita menyatukan diri dengan Yesus apabila kita menyambut komuni kudus dalam perayaan Misa Kudus. Yesus mau kita supaya sentiasa merendahkan diri terhadap ahli keluarga dan sesama mengampuni dengan seikhlasnya. Yesus telah mengorbankan diriNya untuk menyelamatkan kita dari semua dosa dan inilah yang patut kita syukuri,”katanya.

Pada malam Paskah tahun ini, Paroki St Edmund telah mempersiapkan seramai 42 calon baptis termasuk dua dari mereka adalah Komuni Pertama dan Penguatan yang disempurnakan oleh Fr Jalius pada 30 Mac 2024. Misa dimulakan di luar gereja dengan pemberkatan unggun api, pemberkatan lilin paskah dan perarakan masuk ke gereja.

Paderi itu mengingatkan, bahawa kita sebagai manusia adalah ciptaanNya yang istimewa kerana Tuhan memberikan kecukupan untuk kita hidup di dunia ini terutama adalah Cahaya api yang kita lihat dari lilin paskah kerana inilah Cahaya dari Yesus yang menerangi hidup kita yang ada dalam kegelapan.

”Pembaptisan yang kita terima pada malam paskah bererti kita akan mati dikuburkan bersama dosa-dosa kita dan bangkit pula bersama Kristus dan akan menjadi orang baharu. Apapun melalui kelemahan kita, kita memang akan jatuh lagi namun jangan sampai jatuh selama-lamanya.

“Yesus akan sentiasa berserta kita, menguatkan kita melalui Roh KudusNya di mana saja kita berada. Dia tidak pernah meninggalkan kita, sebaliknya kitalah yang selalu meninggalkan Dia (kepada para baptisan baru) yang sudah menjadi milik Kristus agar sentiasa berusaha untuk hidup dalam kekudusan dan jangan pernah meninggalkan Tuhan dalam hidup seharian, teruslah bersaksi tentang Kristus yang menerangi hidup kita,” kata Fr Jalius.

Selesai Misa, turut diadakan doa pemberkatan telur paskah dan acara bergambar.

Para baptisan baru, penerima komuni pertama dan penguatan mengabadikan gambar kenangan bersama Fr Jalius