Uskup Cornelius Piong melancarkan misi Caritas Keningau, Patricia Bai berdiri di kanan.

Oleh Patricia Bai

Feb 9 2022

TATAL, Keningau – Selepas setahun Caritas dilancarkan di Malaysia semenjak bulan November 2020, umat di keuskupan Keningau akhirnya telah menyaksikan pelancaran Caritas Keningau peringkat keuskupan pada 30 Jan lalu di Rumah Retret Keuskupan Keningau Tatal.

Pelancaran secara sederhana ini telah dilaksanakan oleh Uskup Cornelius Piong, diiringi oleh Fr Wilfred James selaku paderi penasihat rohani Caritas Keningau serta Patricia Bai, Pengarah Caritas Keningau dan disaksikan oleh 150 wakil Caritas Paroki dan umat yang hadir.

Di dalam ucapannya selesai Misa Kudus, Patricia berkata, satu program Study Day pada 28-29 Jan telah diadakan sebagai langkah permulaan bagi Caritas Keningau untuk lebih memahami dan mendalami pelayanan kemanusiaan yang fokus kepada pelayanan kemiskinan, konflik dan bencana, makanan dan kesihatan, pelayanan migran dan pembangunan komuniti.

Menurutnya lagi, pelancaran ini juga diharapkan dapat memberi keberanian dan semangat kepada semua anggota Caritas Keningau serta umat di keuskupan Keningau untuk mula melaksanakan misi pelayanan sosial gereja.

Uskup Cornelius di dalam ucapannya berkata Caritas berperanan penting dalam melaksanakan misi kemanusiaan mewakili gereja, membantu gereja memainkan peranan dalam pelaksanaan misi sosial, terutama sekali dalam masa-masa pandemik seperti sekarang, memantau kebajikan umat tempatan dan umat migran, serta melaksanakan program yang menyokong kepada penjagaan alam ciptaan Tuhan.

Pelancaran diteruskan dengan Uskup Piong memotong reben membuka banner Misi Caritas Keningau dan pemberian Buku Panduan Pelayanan Caritas kepada semua 10 orang wakil Caritas Paroki dan Mission di Keuskupan Keningau.

Ketika ditemuramah selepas program pelancaran, Fr Wilfred berkata dia sangat bersyukur kepada Tuhan atas terlancarnya Caritas Keningau dan atas doa dan sokongan padu semua pihak terutama oleh Bapa Uskup Cornelius, MPP dan MPM, Pejabat Caritas Kebangsaan dan Caritas Malaysia.

Dia berkata lagi bahawa pelayanan Caritas adalah berdasarkan kasih yang diajarkan oleh Yesus sendiri kepada umatnya. Fr Wilfred menyeru semua anggota Caritas Paroki dan Mission agar melaksanakan tugas-tugas pelayanan dengan penuh semangat kasih, dedikasi, dan tanpa diskriminasi.

Seramai 40 wakil Caritas Paroki dan Mission telah berkampung di rumah retret Tatal untuk mengikuti program Study Day Caritas Keningau. Para peserta telah diberi pendedahan secara umum mengenai sejarah penubuhan Caritas Internationalis yang telah disampaikan oleh Martin Mouk, setiausaha Caritas Keningau. Patricia Bai kemudian menyampaikan sesi bertajuk Pelayanan Caritas dan diikuti dengan sesi Kerohanian Caritas oleh Fr Wilfred James.

Peserta juga berpeluang berkongsi mengenai masalah dan keperluan pelayanan Caritas di paroki masing-masing, dan berpeluang mencadangkan cara mendapatkan dana yang berterusan bagi membantu gereja di dalam pelayanan kemanusiaan.

Satu mesyuarat khas diadakan selepas Misa Kudus untuk menentukan takwim aktiviti Caritas Keningau dan Caritas Paroki bagi sepanjang tahun 2022.